sumber:https://youtu.be/aeje1MIzY1I
KELOMPOK 2
Nama Anggota:
- Kevin Putra Baswara Aryasatya/17
- Kirania Kayla Putri/18
- Calya Anggi Maheswari/8
- Feorenza Deven Rafay Afendi/11
Kelas:7G
sumber:https://youtu.be/aeje1MIzY1I
KELAS:7G
NOMOR:17
semoga bermanfaat dan membantu
sumber:https://materikimia.com/rangkuman-materi-pencemaran-lingkungan-smp-kelas-7-kurikulum-2013/ dan https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5765860/pencemaran-lingkungan-pengertian-jenis-dan-penyebab-terjadinya#:~:text=Adapun%20menurut%20modul%20Kemdikbud%20Biologi,disebut%20polutan%20(bahan%20pencemar).
Tanah merupakan salah satu komponen terpenting dalam keberlangsungan hidup manusia sama halnya dengan air dan udara, bayangkan saja jika struktur dan kualitas tanah rusak tentu saja mempengaruhi tingkat kadar air dalam tanah. Selain berkaitan dengan air, kualitas tanah juga faktor terpenting hidupnya tumbuh-tumbuhan sementara itu tumbuh-tumbuhan adalah salah satu mata rantai makanan yang mempengaruhi mata rantai makanan di atasnya.
Di awal artikel sudah dituliskan bahwa manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara. Belum lagi jika kebakaran hutan, sebagai salah satu penyebab polusi udara terbesar, dimasukkan sebagai pencemaran udara yang disebabkan oleh manusia. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan sengaja dilakukan oleh manusia.
sumber:https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/sumber-penyebab-dan-pencemaran-udara-48 dan https://tanilogic.com/2020/04/pencemaran-udara-bagi-pertanian-manusia/
Manusia juga memiliki interaksi dengan lingkungan. Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam menyebabkan kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu, akibatnya lingkungan menjadi kurang berfungsi dengan peruntukannya.
Demikian ringkasan materi bab Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu.
Setiap organisme tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk pola interaksi. Pola interaksi terjadi antara komponen biotik dan komponen abiotik serta antara komponen abiotik dengan komponen abiotik. Interaksi antar makhluk hidup dapat terjadi melalui peristiwa makan dan dimakan seperti rantai makanan, jaring – jaring makanan dan piramida makanan serta melalui bentuk hidup bersama yaitu simbiosis. Simbiosis ada 3 yaitu : simbiosis mutualisme, komensalisme dan parasitisme.
Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan oleh kedua individu tersebut. Contohnya jamur dengan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, pohon pinus mendapatkan air dan garam mineral lebih banyak jika bersimbiosis dengan jamur.
Simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan pada salah satu pihak, tapi pihak lain tidak mendapat kerugian. Contohnya tumbuhan anggrek dengan pohon mangga. Tumbuhan anggrek mendapat keuntungan berupa tempat tinggal, pohon mangga tidak mendapat keuntungan dan kerugian dari adanya anggrek.
Simbiosis parasitisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan pada salah satu pihak dan memberi kerugian pada pihak lain (inang). Contohnya kutu rambut dengan manusia.
Kutu rambut memperoleh keuntungan dari manusia berupa darah yang dihisap sebagai makanannya, sedangkan manusia akan merasakan gatal pada kulit kepalanya. Berikut contoh lain simbiosis :
Simbiosis mutualisme : bunga matahari dengan lebah
Simbiosis Komensalisme : ikan badut dan anemon laut
Sismbiosis parasitisme : tumbuhan tali putri dengan inangnya
Berdasar cara memperoleh makanan, organisme dibedakan menjadi dua yaitu autotrof dan heterotrof. Autotrof adalah organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri, contohnya tumbuhan hijau dan bakteri. Heterotrof adalah organisme yang tidak mampu menghasilkan makanan sendiri.
Heterotrof ada 3 jenis yaitu : herbivora, karnivora dan omnivora. Herbivora adalah organisme pemakan tumbuhan, contohnya kambing, sapi, kelinci, dan sebagainya. Karnivora adalah organisme pemakan daging atau hewan lain, contohnya harimau, kucing, dan sebagainya. Omnivora adalah hewan pemakan segala (termasuk tumbuhan dan daging), contohnya babi.
sumber:http://sugiartokevin.blogspot.com/2015/05/interaksi-dalam-ekosistem-membentuk.html
https://wirahadie.com/interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan/amp/#Materi_IPA_Kelas_7_Semester_2nbsp_Bab_7_Interaksi_Makhluk_Hidup_dengan_Lingkungannbsp
Setiap makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu sebagai tempat hidupnya (habitat nya). Dalam suatu habitat, terdapat berbagai jenis makhluk hidup (biotik) dan makhluk tak hidup (abiotik). Di dalam habitat juga terdapat interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk tak hidup.
sumber:https://materikimia.com/hal-hal-yang-ditemukan-dalam-suatu-lingkungan/https://wirahadie.com/interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan/amp/#Materi_IPA_Kelas_7_Semester_2nbsp_Bab_7_Interaksi_Makhluk_Hidup_dengan_Lingkungannbsp
Lingkungan berasal dari kata “environment” yang memiliki makna “the physical, chemical dan biotic condition surrounding an organism”. Berdasar istilah tersebut, lingkungan diartikan sebagai segala sesuatu diluar individu yang merupakan sistem kompleks sehingga dapat mempengaruhi satu sama lain. Kondisi yang saling mempengaruhi membuat lingkungan selalu dinamis dan dapat berubah – ubah sesuai dengan kondisi. Selain itu, komponen lingkungan dapat saling mempengaruhi dengan kuat. Ada saatnya kualitas lingkungan berubah menjadi baik dan ada saatnya berubah menjadi buruk. Perubahan ini disebabkan organisme dalam satu lingkungan.
Kondisi yang saling mempengaruhi membuat lingkungan selalu dinamis dan dapat berubah – ubah sesuai dengan kondisi. Selain itu, komponen lingkungan dapat saling mempengaruhi dengan kuat. Ada saatnya kualitas lingkungan berubah menjadi baik dan ada saatnya berubah menjadi buruk. Perubahan ini disebabkan organisme dalam satu lingkungan
Lingkungan terdiri dari dua komponen yaitu : komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik terdiri dari makhluk hidup (organisme) seperi tumbuhan, hewan, manusia dan jasad renik (organisme mikroskopis). Komponen abiotik terdiri dari benda mati seperti udara, tanah, air, cahaya dan sebagainya.
sumber:https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-lingkungan/
https://wirahadie.com/interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan/amp/#Materi_IPA_Kelas_7_Semester_2nbsp_Bab_7_Interaksi_Makhluk_Hidup_dengan_Lingkungannbsp

Liputan6.com, Jakarta Memahami pengertian simbiosis, macam-macam simbiosis, dan contohnya ini penting untuk mengenal lebih dalam tentang alam. Simbiosis adalah keadaan hidup bersama antara organisme berbeda.
National Geographic menjelaskan simbiosis adalah hubungan ataupun interaksi antara dua organisme makhluk hidup yang berbeda. Ada enam macam-macam simbiosis yang bisa dipahami.
Mulai dari simbiosis mutualisme, komensalisme, parasitisme, amensalisme, netralisme, dan kompetisi. Bagaimana hubungan keenamnya dan contoh yang ada di alam? Tentu saja ada yang saling menguntungan, saling merugikan, netral, dan masih banyak lagi.
Berikut Liputan6.com ulas macam-macam simbiosis dan contohnya lebih dalam, Selasa (21/12/2021).
1. Simbiosis Mutualisme
Simbiosis mutualisme adalah bagian dari macam-macam simbiosis yang menunjukkan hubungan saling menguntungkan satu sama lain. Melansir dari kemdikbud.go.id, hubungan simbiosis mutualiasme ini sangat positif karena kedua belah pihak diuntungkan.
Contoh dari macam-macam simbiosis satu ini adalah antara kupu-kupu dan bunga. Kupu-kupu mengisap nektar yang terdapat pada bunga. Sementara timbal-baliknya adalah bunga mendapat bantuan dari gerakan kupu-kupu untuk penyerbukan.
Kedua, kemdikbud.go.id memberikan contoh simbiosis mutualisme adalah manusia dengan bakteri. Keberadaan bakteri E. Coli, menjadikan manusia terbantu mengurangi pertumbuhan bakteri jahat dan mempercepat proses pembusukan di usus besar.
Sementara keuntungan yang didapat oleh bakteri E. Coli adalah mendapat makanan dari sisa-sisa pembuangan pada usus besar dalam tubuh manusia.
2. Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah bagian dari macam-macam simbiosis yang menunjukkan hubungan dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu organisme. Melansir kemdikbud.go.id, dijelaskan dalam hubungan simbiosis ini organisme lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan atau sifatnya lebih netral.
Contoh paling umum dari macam-macam simbiosis ini terjadi pada ikan remora dan ikan hiu. Ketika ikan hiu makan, biasanya sisa-sisa makanan akan berjatuhan. Di saat sisa-sisa makanan jatuh, ikan-ikan remora bakal menempel dengan hiu untuk mengambil sisa-sisa makanan dari hiu. Ikan hiu tidak dirugikan dan tidak diuntungkan.
Selain pada ikan remora dan ikan hiu, kemdikbud.go.id mencontohkan tanaman anggrek dan pohon mangga. Dalam interaksi antara anggrek dan pohon mangga dari macam-macam simbiosis ini, anggrek mendapat keuntungan.
Tanaman anggrek memiliki tempat untuk tumbuh, mendapatkan sinar matahari, air serta zat-zat untuk melakukan proses fotosintesis, dengan menempel pada pohon mangga. Sementara pohon mangga tidak dirugikan dalam hal apa pun atau hanya netral saja.
3. Simbiosis Parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah bagian dari macam-macam simbiosis yang menunjukkan hubungan menguntungkan dan merugikan antara kedua belah pihak. Kebalikan dari simbiosis mutualisme, kemdikbud.go.id menjelaskan simbiosis parasitisme merupakan ketergantungan yang terjadi ketika pihak yang satu mendapat keuntungan, tetapi merugikan pihak lainnya.
Contoh dari macam-macam simbiosis satu ini, hubungan yang terjadi pada nyamuk dan manusia. Nyamuk mendapat keuntungan dengan mengisap darah dari manusia, sementara manusia dirugikan karena dapat terjangkit penyakit berbahaya seperti malaria atau DBD.
Tak hanya hubungan untung dan rugi antara nyamuk dan manusia, kemdikbud.go.id mencontohkan macam-macam simbiosis ini terjadi pada lalat dengan buah. Lalat bisa langsung mendapatkan makanan dari buah sekaligus bisa berkembang biak pada buah yang dihinggapinya. Sementara buah yang dihinggapi lalat akan mengalami kerugian karena akan menjadi lebih cepat membusuk.
Advertisement
4. Simbiosis Amensalisme
Simbiosis amensalisme adalah bagian dari macam-macam simbiosis yang menunjukkan hubungan merugikan dan organisme lain netral atau tidak untung dan tidak rugi. Melansir dari itb.ac.id, simbiosis amensalisme adalah kebalikan dari simbiosis komensalisme.
“Simbiosis amensalisme juga berarti hubungan antara dua makhluk hidup yang merugikan satu pihak sementara pihak lainnya tidak terpengaruh apa-apa,” dijelaskan.
Contoh dari macam-macam simbiosis ini, antara pohon walnut dengan tumbuhan di sekitarnya. Pohon walnut bisa mengeluarkan senyawa bernama alelopati yang dapat menyebabkan pohon lain di sekitarnya tidak bisa bertahan. Keluarnya senyawa itu, pohon walnut bisa mendapatkan nutrisi lebih dari dalam tanah, yang seharusnya didapatkan pohon lain.
Penjelasan contoh simbiosis amensalisme lain dijelaskan itb.ac.id, terjadi pada brokoli dan kubis. Di dalam brokoli terdapat satu senyawa resindu yang biasa membuat brokoli tidak cepat layu. Akan tetapi, senyawa ini bisa menjadi penyakit bagi kubis. Sayur kubis bisa menjadi lebih cepat busuk. Maka metode menyimpan kedua sayuran tersebut adalah dipisah.
5. Simbiosis Netralisme
Simbiosis netralisme adalah bagian dari macam-macam simbiosis dengan hubungan tidak memberi keuntungan atau kerugian pada organisme yang terlibat. Melansir bola.com, kedua belah pihak tidak akan mendapat pengaruh apa pun, baik keuntungan atau kerugian.
Dicontohkan dari macam-macam simbiosis ini, antara kambing dan ayam, keduanya tidak memiliki pengaruh satu sama lain karena memiliki jenis makanan yang berbeda. Kemudian katak dan ikan, katak biasa mencari makan di air, tetapi katak tidak memakan ikan. Interaksi keduanya tidak memberi pengaruh satu sama lain.
Selanjutnya dijelaskan bola.com, hubungan antara sapi dan burung hantu, meski tinggal di ekosistem yang sama, keduanya tidak saling menguntungkan atau merugikan karena sapi mencari makan saat siang, sementara burung hantu mencari makan saat malam.
6. Simbiosis Kompetisi
Simbiosis kompetisi adalah bagian dari macam-macam simbiosis yang menunjukkan hubungan saling memperebutkan sumber daya yang jumlahnya terbatas di alam. Melansir nature.com, biasanya organisme yang lebih kuatlah yang akan memenangkan sumber daya alam.
Sementara bagi organisme yang lebih lemah terpaksa harus mencari sumber daya lain dengan cara bermigrasi. Contoh dari macam-macam simbiosis ini, dijelaskan nature.com hubungan serigala dan beruang yang bersaing untuk bisa mendapatkan mangsa yang sama di habitatnya.
sumber:https://hot.liputan6.com/read/4811064/6-macam-macam-simbiosis-dan-contohnya-lengkap-penjelasan
https://www.dapodik.co.id/2021/07/3-simbiosis-yang-terjadi-dalam.html
Copyright © Website Kevin Putra Baswara Aryasatya | Rikka Takanashi Theme | Designed by Johanes Djogan